Apa yang dimaksud dengan berfikir positif?
Berfikir positif adalah bagaimana membentuk pola fikir yang membangun kerangka-kerangka atau tahapan-tahapan dalam mencapai tujuan ataupun dalam mensikapi hal-hal yang terjadi pada diri dan sekitar kita agar mendapatkan hasil terbaik demi meminimalisir dampak negatif dari efek perilaku atau suatu kejadian pada diri dan sekitar kita. Singkatnya berfikir positif adalah usaha menjadikan diri sendiri sebagai pelaku rahmatan lil alamin yaitu menjadi pribadi yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun sekitar kita.
Ini terkait dengan hukum alam, siapa menanam dia yang menuai hasilnya. Apapun yang terjadi pada diri sendiri itu sebenarnya tak terlepas dari apa yang pernah dilakukan sebelumnya. Penulis mengajak pembaca untuk belajar jujur melihat apa yang terjadi secara apa adanya. Apa yang kita lakukan sekarang adalah bibit yang akan tumbuh nantinya yang suatu saat akan kita petik hasilnya. Untuk itu penulis juga mengajak dan mengingatkan terutama pada diri sendiri dan para pembaca mari kita mulai membangun pola fikir yang positif, memunculkan hal-hal yang berguna bagi diri maupun sekitar kita. Dengan begitu insya Allah kita dapat membangun masyarakat yang madani, saling berbagi dalam kesenangan maupun saling membantu dalam kesusahan.
Bagaimana membangun pola fikir positif?
Menurut hemat penulis ada beberapa hal yang menjadi skala prioritas perilaku yang mesti kita lakukan dalam mencapai tujuan membangun pola fikir positif. Ini berdasarkan pengamatan dan pengalaman diri sendiri, begitupun bukanlah suatu kesempurnaan yang patut disombongkan. Ini hanyalah sebagian dari rambu-rambu kehidupan yang penulis dapat dari pengamatan dan pengalaman hidup. Langkah-langkah tersebut a.l:
- Sadar
- Niat
- Membiasakan diri untuk beribadah
- Jujur
- Peka
- Menepis prasangka buruk
Penulis akan mencoba mengurai poin-poin di atas dalam penjabaran sederhana dengan harapan dapat mengingatkan bagi diri sendiri dan mampu memberikan inspirasi positif bagi para pembaca.
Sadar
Sadar di sini penulis maksudkan adalah sadar akan keberadaan kita manusia adalah sebagai ciptaan Sang Maha Pencipta Allah SWT. Ini sangatlah penting sebagai awal dari segala perilaku kita berikutnya, tanpa ini penulis sangat yakin apapun yang kita lakukan sangat memungkinkan terjadinya perilaku melenceng dari kebenaran. Kesadaran akan keberadaan Allah dalam setiap langkah insya Allah akan selalu menjaga perbuatan-perbuatan kita dari segala hal-hal keji dan munkar. Amiin.
Niat
Niat yang dimaksud penulis terkait konteks pola fikir positif adalah usaha mengingatkan diri sendiri untuk melakukan perubahan, dalam hal ini perubahan dari segala perilaku yang dianggap tidak bermanfaat menjadi perilaku yang bermanfaat. Bermanfaat yang dimaksud adalah memberi kemaslahatan atau kebaikan bagi diri sendiri maupun sekitar kita.
Membiasakan diri untuk beribadah
Yakinlah melakukan ibadah atau pelaksanaan perintah agama bukanlah hal yang merugikan diri sendiri apalagi orang lain. Untuk ini penulis merasa tidak perlu untuk menjabarkan lebih karena ini bukan soal sekedar wacana ataupun teori belaka. Kita akan merasakan manfaatnya bila langsung praktek, lakukan saja insya Allah kebaikan pun kan melingkupi kehidupan kita. Amiin.
Jujur
Ini penting untuk disadari bahwasanya kejujuran itu akan banyak membantu dalam segala hal dalam kehidupan kita. Inipun penulis merasa tidak perlu berpanjang lebar menjabarkannya, lakukan saja dan lihat apa yang terjadi. Jangan pernah menyerah dalam bertindak jujur apalagi pada diri sendiri. Ingatlah Allah Maha Mengetahui akan segala perbuatan hamba Nya.
Peka
Peka di sini yang dimaksud penulis adalah kepekaan pada diri sendiri maupun sekitar kita terhadap apa-apa yang sebenarnya menjadi kebutuhan pokok dalam menjalani kehidupan. Singkatnya peka yang dimaksud adalah kepedulian sosial bermasyarakat. Sadarilah kita tidak hidup sendiri, ada banyak orang disekitar kita yang juga dengan keberagamannya. Jalinlah silaturahmi dengan baik karena dengan demikian insya Allah pintu rezekipun semakin terbuka lebar. Amiin.
Menepis prasangka buruk
Nah yang satu ini sangat penting untuk segera dibuang jauh-jauh. Jangan sampai fikiran kita terjebak oleh prasangka buruk karena ini hanya akan menutup kemungkinan bagi kita untuk berbuat kebaikan, justru mengundang perilaku keji dan munkar. Percayalah...
Poin-poin di atas bukanlah syarat mutlak, pembaca boleh-boleh saja melakukan hal yang berbeda yang penting intinya adalah marilah kita jalin silaturahmi kebersamaan dalam semangat Rahmatan Lil Alamin.
Demikian penulis menyampaikan ajakan untuk berfikir positif dengan harapan semoga ini menjadi langkah awal dari wacana berfikir positif untuk segera menjadi inspirasi bagi kita semua demi kebaikan dan terwujudnya tujuan utama penciptaan manusia, yaitu sebagai khalifah rahmatan lil alamin. Amiin ya Allah amin ya Rahman amin ya Rahiim amin ya Rabbal alamin.
QS Yunus 100
"Dan
tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah
menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan
akalnya."

Tidak ada komentar:
Posting Komentar